update version: 1/011105
Karakteristiknya yang open standard interface (memungkinkan vendor-vendor untuk ikut
mengembangkan instrumennya pada
sisi jaringan network), jangkauan
luas (roaming access), interoperabilitas
serta kemudahan penggunaan SIM card pada
handset yang berbeda tanpa
mengurangi fungsi konektivitasnya
ini merupakan beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan jaringan
Pada artikel ini, arsitektur jaringan GSM serta operasionalnya akan dipaparkan lebih lanjut dalam format yang mudah dicerna serta diharapkan dapat memperkaya khasanah pengetahuan pembaca.

Gambar 1. Layout generic dari jaringan GSM menurut John’s Scourias
Arsitektur jaringan GSM (gambar 1) terdiri dari 3 komponen utama yakni:
Entitas Mobile Station terdiri dari Mobile Equipement (ME) yakni perangkat keras & perangkat lunak untuk transmisi radio yang dikenal dengan istilah telepon seluler (ponsel) dan Subcriber Identification Module (SIM).
Mobile equipment (ME) secara unik diidentifikasikan dalam format International Mobile Equipment Identity (IMEI). SIM card berisi International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang digunakan untuk indentifikasi pelanggan ke sistem, kunci rahasia (untuk autentifikasi) serta menyimpan informasi lainya seperti phone book atau pesan sms. SIM card dapat diproteksi dari penggunaan yang tidak terotorisasi dengan password atau personal identity number (PIN).
Base Station Subsytem (BSS) terdiri dari Base Tranciever System (BTS) dan Base Station Controler (BSC). Base Station Controllers (BSC) mengontrol dan mengatur beberapa BTS. BSC bertanggung jawab untuk memelihara koneksi (hubungan radio) saat panggilan dan kepadatan lalulintas panggilan pada areanya dan meneruskannya ke Network Subsystem. BSC juga menangani setup radio-channel, frequency hopping, serta proses handover. BTS merupakan alat tranceivers radio (transmitter receiver radio) pada suatu area didefiniskan sebagai sebuah cell dan menangani protokol radio-link dengan Mobile Station lewat Um interface yang juga dikenal dengan air interface (radio link).
Network
Subsystem terdiri dari Mobile Switvhing Centres (MSC) dan beberapa database yang terhubung dengannya
seperi Home Location Register (HLR), Visitor Location Register (VLR),
serta data base
lain yang berisi informasi subscriber ID (IMSI), nomor ponsel pelanggan, beberapa layanan atau
larangan yang berkaitan dengan pelanggan, autentifikasi serta informasi lokasi pelanggan.
HLR
dan VLR bersama dengan MSC mernyediakan call-routing dan fungsi roaming dari
GSM. HLR berisi semua informasi administrasi dari setiap pelanggan yang tersambung pada jaringan GSM. VLR berisi informasi administrasi teripilih dari HLR,
yang penting untuk control panggilan (call control) dan provisi dari layanan
pelanggan, dan control posisi setiap ponsel
pada area geografis.
Equipment Identity Register (EIR) merupakan database yang berisi suatu daftar valid mobile equipment pada jaringan. Setiap mobile station diidentifikasikan dengan International Mobile Equipment Identity (IMEI). Pada kasus khusus sebuah IMEI ditandai/didaftarkan invalid bila ponsel dilaporkan dicuri/dirampas dari pemiliknya.
Entitas Operations and Maintenance Center (OMC) tidak terlihat pada gambar 1 namun perannya cukup vital yakni memonitor operasionalnya jaringan dalam sistem serta melakukan fungsi konfigurasi remote.

Gambar 2. Arsitektur GSM [sumber
www.mobilecomms-technology.com]
Setiap ponsel berkomunikasi
dengan BTS terdekat yang
menyediakan sejumlah channel yang
dedicated disediakan untuk melayani beberapa ponsel pada saat yang
bersamaan sekaligus (multiplexing). Setiap
transmisi suara oleh suatu ponsel dilakukan
melalui single dedicated channel.
Saat
pelanggan mengaktifkan ponselnya, pada
waktu yang bersamaan pesan
dikirimkan pada database
pada Network Subsystem melalui
BTS, BSC dan MSC. Informasi pada
SIM card yang dikirim untuk
dilakukan proses autehtifikasi pada sisi Network Subsystem oleh AuC database
dan bila telah mendapatkan otorisasi MSC akan mengirimkan akses
ijin pada mobile station yang
diikuti kode-kode jaringan pada layer LCD pada ponsel. Pesan lain yang juga dikirimkan
berisi informasi dimana pelangan berada (proses Location Update). Proses ini akan
diupdate dalam interval waktu yang telah ditentukan atau juga dipicu
saat pelanggan meninggalkan
cell (area yang dicover suatu BTS yang direpresentasikan dengan bentuk
heksagon) dan memasuki cell
yang lain (setelah proses handover).
Saat melakukan
panggilan keluar, VLR akan melakukan
pemeriksaan apakah diizinkan untuk
melakukan panggilan seperti panggilan international dan lain sebagainya.
Saat
ada penelpon lain (misal dari fixed phone-PSTN) ingin
menghubungi seorang pelanggan ponsel. Langkah
yang dilakukan adalah melakukan
dial nomor ponsel yang dituju.
Panggilan dari PSTN akan masuk ke Gateway
MSC (GMSC) yang merupakan pintu gerbang antara jaringan GSM dengan
jaringan lainnya. MSC menanyakan database dimana lokasi pelangan yang akan dipanggil. Setelah melakukan Location Update, informasi keberadaan pelanggan yang akan dihubungi dikirimkan ke MSC. MSC kemudian melakukan forward call ke BSC dan
selanjutnya BTS dimana pelanggan
yang dituju berada pada cell yang dicover BTS. Ponsel pelanggan
yang dihubungi akan mulai
berdering sampai koneksi terjadi
saat panggilan tersebut diterima oleh pihak yang dituju.
Khusus pada jaringan GPRS (2.5 G) terdapat 2 entitas pada jeringan packet swicthingnya yakni Serving GPRS Support Node (SGSN) dan Gateway GPRS Suport Node (GGSN) pada gambar 2 dan gambar 3.
SGSN berfungsi mengatur semua trafik data pada jaringan GPRS serta fungsi lainya yang berkaitan dengan autentifikasi pelangan, penyimpan informasi tarif (charging information) serta enkripsi koneksi data dengan ponsel.
GGSN adalah gateway antara jaringan GPRS dengan jaringan eksternal (internet).

Gambar 3.
Arsitektur infrastruktur jaringan 2.5 G
[Sumber: The Journal of The Communication Network ]
Pada Gambar 3 pada
jaringan GPRS (2.5 G) entitas BSS dapat
diklasifikasi merupakan Radio Access Network (RAN) dan entitas Network
Subsytem juga dapat juga diklasifikasi merupakan Core Network (terdiri dari oleh Circuit-Switched Domain dan
Packet-Switched Domain).
Pada perkembangan GSM (2G) ini akan
ditandainya dengan teknologi
GSM yang enhanced mulai dari GPRS (2.5G,
gambar 3), EDGE (2.75G, gambar 4) dan 3G (gambar 5). Perkembangan
teknologi wireless dapat dilihat pada matrik berdasarkan karakteritik mobilitas/range dan kecepatan
akses (data ratenya) pada gambar 6 .

Gambar 4. Arsitektur infrastruktur jaringan EDGE
(2.75G)
[sumber www.mobilecomms-technology.com]

Gambar 5. Arsitektur infrastruktur jaringan 3G [sumber: Basak- Gupta]

Gambar 6. Aneka
teknologi wireless [sumber: UMTS-forum]
Beberapa artikel
lainnya yang mungkin dapat menambah wawasan dapat dilihta pada www.jmzacharias.com/porto.htm
Daftar Pustaka