Special Event (Last Event, in 2008, Bandung) [Konser TOTO di Bandung , World Tour 2008] edisi yg lebih lengkap dgn foto: http://jmzach.wordpress.com Jam 18.20 tepat saya dan istri sampai di pelataran Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Bandung. Begitu bisa masuk ke dalam ruangan pertunjukan langsung mencari tempat yang paling strategis (mumpung karcis kami: VVIP ). Jadi kami duduk pas di deretan kursi yang persis satu level lebih atas dan di depan meja sound & lighting control pertunjukan (benar-benar tepat pada level pandangan mata manusia normal, memandang ke panggung). Sambil menunggu, saya mulai memperhatikan bule-bule ( sound engineer & lighting engineer-nya TOTO) bekerja. Diam-diam saya mengapreasiasikan kerja mereka mulai dari persiapan sampai saat TOTO beraksi di panggung. Bule bertopi, busana casual plus celana setengah lutut (bersepatu Adidas) dengan kaos kaki putih semata kaki ini bertugas untuk lighting control (lihat foto kiri bawah), wuih seru! Bagaimana tidak, tangannya lincah dengan menggeser maju mundur beberapa tombol panel untuk terus memainkan sinar lampu itu menari-nari mengikuti irama dari musik TOTO sampai pada level dinamiknya sekali pun … permainan lampunya membuat sinar lampu seperti punya roh terhadap aksi panggung TOTO begitu saat klimaks sampai closing -nya begitu sempurna! Begitu juga paduan warna sinar lampu kuning, biru, hijau, merah, violet de es be (baca dsb ) menyapu drum set yang transparan serta membiarkan pancaran sinar lampu menembus & memantulkan pesona warnanya… wow. Bule lain ( sound engineer ) dengan balutan kaos, bercelana selutut serta cukup minimalis dengan sepeda eh sandal gunungnya (lihat foto kanan atas), sibuk melihat panel-panel sesekali jongkok melihat angka-angka yang tertera di monitor yang bergerak di range angka 70-75an (kira2x apa ya … apa parameter itu dalam satuan db?). Nah si bule sang sound engineer ini, tentu saja indra pendengarnya menjadi senjata kepekaaan yang handal. Saya perhatikan saat pergantian permainan solo dari lead guitar ke keyboard, drum, guitar & bass-nya terasa smooth melalui putaran tangannya yang lembut dan presisi seberapa level kenaikan/penurunan volume instrumen yang dimainkan TOTO pada panel mixer- nya. Ada lagi satu perangkat di atas mixer tersebut yang cukup menarik perhatian saya yakni iPod Nano warna putih … ternyata perangkatan besutan Apple ini menyimpan playlist lagu-lagu yang diputar sebelum dan sesudah show TOTO. Konser TOTO yang bertajuk Falling In Between Live ini, lengkap dengan formasinya: Steve Lukather (lead guitar), Simon Philips (drum), Bobby Kimball (vocal), Greg Phillinganes (keyboard), Tony Spinner (guitar), Leland Sklar (bass). Konser dimulai, ditandai sinyal sinar senter kecil dari crew TOTO di samping panggung ke arah sound engineer dan lighting engineer, pertanda show akan dimulai sebentar lagi dimulai. Konser dibuka dengan intro lengkingan gitar Steve ini, langsung menggebrak dengan beat-beat keras disusul oleh lima personil lainnya. Performansi yang menyunguhkan kombinasi nuansa nostalgia dengan hit lawas-nya Africa, Rossana dan kembali dilanjutkan dengan hentakan-hentakan musik lagu berikutnya … sama sekali terlihat jelas performa yang enerjik dan stamina yang ok lewat geberan lima belas-an lagu mereka. Saya perhatikan khusus Steve hampir tiap lagu ganti gitar (mungkin biar dilap dulu oleh crew- nya karena keringat) dan Steve sendiri beberapa saat merengkuh handuk untuk mengelap keringat mungkin akibat panas sapuan lampu panggung (kalau tidak salah hitung gitar yang dipakai Steve: 3 buah gitar elektrik dan 1 gitar akustik) . Saya sih tidak begitu nge-fans banget & hafal dengan lagu2xnya semuanya … ya penganut easy listening aja (bukan untuk nyanyi-nya euy). Saya sendiri suka dan pertama kali kenal TOTO saat teman saya kuliah dulu (Roy) naksir Lia (teman saya juga) dan tiap hari si Roy ini putar lagunya TOTO “Lea” (baca: Lia) dedicated to his lovely target he2x (masih target coy). Eh, kok nglantur ya … back to laptop he2x Beberapa hal yang saya suka dari penampilan mereka semalam adalah selain kemapuan bermusik yang impresif, yakni distribusi performansi tidak hanya berpusat pada sang gitaris Steve Lukather sing pancen oye. Penonton disuguhi kemampuan bermusik dan olah vokal dari pemain lainnya yang saling bersinergi secara smooth . Saya perhatikan selain Bobby Kimball yang memang job description sebagai vokalis, Greg Phillinganes, Tony Spinner serta Steve Lukather turut unjuk olah vokal-nya. Jam session yang sudah menjadi tontonan menarik di sebuah konser tidak lupa disuguhkan secara menarik oleh keenam personil grup ini. Dimulai dari jam session setiap pemain (dimulai permainan improvisasi yang impresif Greg Phillinganes pada tuts tiga keyboardnya), lanjut dengan duet jam session (antar dua pemain , he2x istilahnya bener gak ya, cmiw) dan secara medley jam session yang saling bersaut-sautan sama lain yang harmoni dan enerjik. Akhirnya sampai pada penghujung konser yang ditutup dengan kesan saya pribadi : PUAS!! Saya lihat, saya belajar bagaimana grup dunia ini bekerja dalam sebuah industri showbiz termasuk melihat orang-orang yang bekerja di belakang panggungnya.
( Event, in Mei 2006, Jakarta) [The 3rd Jakarta Fashion and Food Festival-JFFF] Acara yang digelar tiap tahun ini mengambil tempat di La Piaza Kelapa Gading Jakarta mulai 24 Mei 2006 s/d 28 Mei 2006. Diawali dengan penampilan Glenn Fledly pada opening ceremony Rabu malam tgl 24 Mei 2006. Selain susunan rangkain acara menarik lainnya [1]Parade/pawai Gading Carnival "Glamtastic" di kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya [25 Mei 2006] juga yang tidak kalah menarik adalah [2]Sajian makanan daerah tempo doeloe yang bisa dinikmati (tentu saja dibeli dulu) dalam setting "Kampoeng Tempo Doeloe", [3] performance artis & [4] fashion show/fashion award Info resmi JFFF dapat dilihat pada situs resminya: www.jfff.info [Reportase] [2] Kawasan jajanan dlm setting "Kampoeng Tempo Doeloe" ini hanya berlangsung selama The 3rd Jakarta Fashion and Food Festival 24 Mei 2006 s/d 28 Mei 2006. Bertempat di jembatan La Pasagio [antara La Piaza & MKG1 : dkt American Grill, Virona Cafe, Sari Kuring kawasan Mall Kelapa Gading]. Pada kawasan jajanan dlm setting Kampoeng Tempo Doeloe ini terdapat makanan / minuman / jajana / permainan / musik yang semua tradisional dalam nuansa jaman doeloe seperti : [2a]Minuman : Super Es Lilin [Es Goyang], Es Dawet, Bir Pletok , Jamu Gendhong & Gulali. [2b]Makanan Solo Koeno: Sawut campur ketan & jagung (grontol), gudeg telor, bubur lemu, bubuk juruh, sosis Solo, bothok, garangg asem, cabuk rambat & juga aneka jajanan: pisang goreng, tempe goreng, kue basah: lapis, dsb [2c]Makanan Betawi Doeloe: Empal Gentong, Nasi Ulam [2d] Aneka kue/permen/coklat (cemilan tempo doeloe). [2e]Aneka mainan: Adu jangkrik dengan suara yang khas, Gasing, Conklak (dakon), kapal seng bersumbu (dibakar dan berlayar di baskom kecil) jadi inget mainan jaman doeloe. [2e] Alunan permainan musik siter [1]Parade/pawai Gading Carnival "Glamtastic" [!]Bila menurut anda ada info yg perlu dikoreksi/diupdate silahkan email ke jmzacharias@gmail.com >> back |