Seamless Mobility

[JM Zacharias, 2006]

 

 

Pendahuluan.

Pertumbuhan  pelanggan  layanan  telepon bergerak (Mobile)  yang sangat  cepat  melampaui  pertumbuhan pelangan telepon tetap (Fixed Telecom) pada gambar 1 ini langsung/tidak langsung berkontribusi pada  makin tingginya  service  level  pelanggan termasuk berkorelasi  pada makin  besarnya biaya  modal (capital expenditure/capex) dan  juga  biaya operasional (operation expenditure/opex)  serta  makin kompleknya interoperabilitas pada jaringan dan antar jaringan (jaringan telepon bergerak (mobile network), jaringan telepon tetap (fixed network) dan jaringan  internet (internet  network)).

 

 

 

Gambar 1. Pertumbuhan pelanggan jaringan telepon bergerak, jaringan telepon tetap dan jaringan  internet (Sumber: UMTS Forum)

 

Di sisi lain tidak dapat  disangkal, penyebaran Internet telah mendorong diversifikasi  pada berbebagai  sektor, seperti sektor pendidikan (e-learning), perbankan  (e-banking) dan  pada sektor  lainnya. Demikian halnya dengan  layanan  selular yang semula Circuit Switch (2G), bertransformasi dengan adanya layanan packet data  (Packet Switching) pada jaringan GPRS, EDGE, 3G, HSDPA &  HSUPA. Layanan internet  pun berkembang   cepat, tumbuh entitas baru dengan  karakteristik mobile ditandai dengan  muncul layanan seperti mobile banking (m-banking) sebagai  layanan alternatif solusi  dari keterbatasan layanan    e-banking sebelumnya.

 

Transformasi   ini berjalan,    bukan  saja  karena  kebutuhan  namun telah  menjadi tuntutan. Dalam artian, bisa  jadi layanan baru/layanan masa depan (gambar 2)  belum banyak  yang  membutuhkan  namun  hal ini sudah  menjadi  tuntutan  layanan yang harus  disediakan operator telekomunikasi di tengah  persaingan  yang  semakin ketat.

 

Pada  negara  yang  tingkat   penggunaan  ponselnya  telah/akan  mencapai  tingkat saturasi (titik jenuh) ambil contoh Korea  (lebih dari  70%), berbagai cara  dilakukan negeri gingseng tersebut agar dapat memacu pertumbuhan  ekonomi  dari  sektor telekomunikasi bergerak ini, diantaranya  dalam bentuk penyedian  layanan baru termasuk   yang  hangat   diperbincangkan adalah  implementasi  NGN (Next Generation Network). NGN itu  sendiri  merupakan  istilah  umum (common term), di  Korea  lebih dikenal  dengan BcN (Broadband Convergent Network), operator  British Telecom (BT) di Inggris lebih  istilah  ini  lebih dikenal  dengan 21CN (21st Century Networks) yang merupakan  program inisiatif  British Telecom untuk mengoperasikan  NGN switch dan networknya dalam periode tahun 2006-2008. Diharapkan  tahun 2008 British Telecom  memiliki   IP switch pada  semua  networknya.

 

Implementasi  NGN ini bertujuan  kemudahan   migrasi dari layanan tetap (fixedline) ke layanan bergerak (mobile)  dan  sebaliknya  (Fixed Mobile Convergence), serta diharapkan memungkinkan terintegrasinya layanan dari  beberapa network dalam environment IP based. Business  model pun dapat diciptakan seperti  gabungan  layanan (bundle services)  dari  beberapa jaringan   dalam satu  billing system-nya, yang  sudah  tentu saja  memberi nilai lebih (value added) di sisi penggunanya.

 

Paparan lebih lanjut berkaitan dengan NGN akan dibahas dalam  beberapa  bagian  a.l.: Fixed-Mobile  Convergence (FMC), IP Multimedia  Subsystem (IMS), Next Generation Network (NGN) dalam suatu bingkai yang  saling berkorelasi  dan mudah  dicerna sehingga  diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan para pembaca.

 

 

Fixed-Mobile  Convergence (FMC).

Fixed-Mobile  Convergence (FMC) merupakan   tren pengembangan  jaringan ke depan dengan  akse layanan  tanpa  batas (seamless  mobility) untuk pengguna  jaringan fixed & pengguna layanan mobile dan  berkontribusi menekan biaya modal (capex) dan  biaya   operasional (opex) seefisien  mungkin.

Dengan adanya konvergensi ini diharaplan layanan multimedia berjalan pada perangkat (terminal), tanpa melihat mode akses  dan arsitektur  jaringannya  masing-masing. Dengan  kata  lain operator  yang memiliki fixed network, mobile network   maupun internet network  dapat mengintegrasikan  teknologinya  menjadi  satu pada pada layer core networknya  (packet switching backbone broadband yang berbasis IP) yang dikenal dengan  istilah  Next Generation Network (NGN) sebagaimana terlihat pada gambar 6. Hal ini   berdampak posistif  pada berkembangannya   layanannya yang ditawarkan (gambar 2) dan   billing system-nya pun dapat  dibuat  terintegrasi, yang pada akhirnya  memberi nilai  tambah (value added)  yang  signifikan pada penggunanya. Layanan  yang ada dapat dimodifikasi  menjadi  gabungan  layanan  (bundled sevices) yang  mendukung  komunikasi yang komunikasi   tanpa batas  (seamless mobility). Seamless mobility  seorang pengguna   sedang chatting   di rumah dengan akses intenet ADSL  pada notebooknya  (Wi-Fi enabled, WiMAX enabled  &  3G PC Card embeded), saat keluar rumah (berada di jalan)  koneksi internetpun ”switch” (berpindah)  dan dilayanani  oleh jaringan 3G atau WiMAX  berdasarkan ketersedian layanan, saat memasuki/berada  kafe akses layanan berpindah  ke jaringan Wi-Fi kafe (gambar 12).

                                                                                                                          

 

 

Gambar 2. Perkembangan Layanan (Sumber: Electronic & Telecomunication Research Institute)

 

 

IP  Multimedia Subsystem  (IMS) merupakan entitas  dari FMC  (gambar 3)  yang  berfungsi  sebagai platform standard untuk layanan multimedia melalui IP/SIP protocol  yang  memungkinkan  operator untuk  menggunakan  satu platform  untuk  beberapa  layanan multimedia (gambar 7). IMS  itu sendiri juga  merupakan  bagian dari standar arsitektur Next Generation Network   (NGN).

 

 

 

Gambar 3. Fixed-Mobile Convergence (Sumber: ZTE)

 

 

 

Next Generation Network (NGN).

Jika  sampai  saat  ini jaringan telepon bergerak, jaringan telepon tetap dan jaringan  internet berjalan dengan arsitekturnya masing-masing, ke  depan ketiganya akan disatukan pada layer core networknya  (packet switching backbone broadband yang berbasis IP) yang dikenal dengan  istilah  Next Generation Network (NGN) sebagaimana terlihat pada gambar 4 dan gambar 5. Next Generation Network  ini    memberi kesempatan berkembanganya layanan komunikasi tanpa  batas (seamless mobility).

 

Definisi NGN menurut  ITU-T, NGN adalah jaringan paket data (packet-based network) yang  memungkinkan menyediakan layanan termasuk layanan telekomunikasi dan  dapat menggunakan brodband, teknologi  transport  yang didukung  Qulity of  Sevice (QoS enabled) yang mana layanan (service-nya) independen dari teknologi  layer  transport-nya. NGN ini memungkinkan  pengguna (user)  dapat mengakses  penyedia layanan yang berbeda-beda, serta mendukung mobilitas standar yang konsisten dari  layanan ke  pengguna.

 

Arsitektur NGN  memberi fleksibiltas  service layer-nya  independen  dari  network  transportnya. Dalam  artian, ketika  provider ingin  memasangkan  layanan baru (new service),  hal ini dapat dilakukannya  langsung pada  sisi service  layer-nya tanpa mempertimbangkan/bergantung pada transport  layernya.

 

 

 

Gambar 4. Konvergensi network  NGN (Sumber:  Xener Systems)

 

Softswitch (gambar 4) merupakan salah satu  bagian penting dari jaringan NGN yang memungkinkan integrasi protokol/teknologi  yang berbeda dapat digabungkan. Softswitch merupakan perangkat  yang  dapat  diprogram (bersifat terbuka/tidak proprietary) dan juga berfungsi  mengontrol  panggilan/koneksi. Pada tahap implementasinya softswitch  ini   berinteraksi dengan jaringan eksisting (PSTN) maupun jaringan data berbasis wireline.

Secara ringkas pengunaan softswicth berkontribusi positif  dalam hal:  [1] Kemudahan/fleksibilitas yang  ditawarkan  dalam pengembangan jaringan  ke  depan  (softswitch didesain terbuka /non proprietary, scalable  dan fleksibel, [2] Kemudahan migrasi pelanggan antar teknologi yang berbeda serta  integrasi protokol/teknologi  yang berbeda,  [3] Efisiensi biaya modal (capex) dan biaya operasi (opex).

 

 

 

Gambar 5 Konergensi perangkat, network & layanan (Sumber: Electronic & Telecomunication Research Institute)

 

Konvergensi pada  gambar 5, menunjukkan adanya karakteritik pokok  pada  entitas  perangkat (terminal)  yang berkembang  menjadi perangkat yang multimode, entitas jaringan (netwok)  dengan  IP based, berpita lebar (broadband) serta entitas layanan (service) yang mengarah layanan  personal dengan dukungan intelligent service.

 

Gambar  6 menunjukkan perangkat yang multimode (yang dapat support/embeded beberapa mode protokol network di dalamnya), dirancang  untuk dapat melakukan handover pada beberapa  network  yang  IP based  dan menerima layanan  yang didukung oleh IP Multimedia Subsystem (IMS). Perangkat yang multimode  yang saat  ini telah ada  yakni  ponsel GSM/PDA phone   yang  embeded Wi-FI (dual mode).

 

Gambar 6. Proses handover pada multimode terminal  dari  satu  jaringan  ke jaringan lain (Sumber: UMTS-Forum)

 

IP Multimedia Subsystem [IMS].

IP  Multimedia Subsystem  (IMS) berfungsi  sebagai platform standard untuk layanan multimedia melalui IP/SIP protocol  yang  memungkinkan  operator untuk  menggunakan satu platform  untuk  beberapa  layanan multimedia (gambar 7).  IMS  ini merupakan  bagian dari standar arsitektur Next Generation Network   (NGN). Beberapa  jaringan (sebut saja  fixed network, mobile network atau wireless  network), dapat dioperasikan layanannya  melalui  platform IMS (gambar 11) tentu saja dengan  layanan IP-based dan  didukung protokol SIP (gambar 8 &  gambar 10).

 

IMS ini sendiri  awalnya  dikembangkan  untuk  jaringan telepon  bergerak (mobile network), namun  dengan penambahan TISPAN  pada release 7, memungkinkan  jaringan telepon tetap (fixed  network)  juga dapat didukung IMS, sehingga munculan   istilah  Fixed-Mobile  Convergence (FMC). FMC merupakan satu  tren  kunci industri  pada tahun 2005.

Layanan yang  disediakan IMS  antara  lain: push to talk over celullar [PoC],  VOIP, video telephony , audio/video streaming , location information [presence  service] dan beberapa virtual reality application (gambar 7). IMS memungkinkan  layanan multimedia  dari satu entitas ke  beberapa entitas (multimedia  broadcast-multicast service/MBMS) seperti  push to talk over celullar [PoC], Instant Messagung [IM], multi party game, video sharing, picture  sharing dll.). Pada sisi operator, implementasi IMS  memberi nilai  lebih pada sisi efisiensi yakni   menggunakan hanya dengan  satu platform  untuk  beberapa  layanan multimedia seperti  terlihat  pada gambar 7.

 

 

 

Gambar 7. Layanan-layanan multimedia  yang  dapat berjalan pada platform IMS (Sumber: Siemens)

 

IMS menggunakan  paket data  IP untuk  mentransfer konten  layanan multimedianya  dan  protokol SIP  untuk  originating, control serta  terminating sessionnya  sebagaimana  terlihat  pada  gambar 8.

 

 

Gambar 8 Protokol IP dan SIP pada IMS (Sumber: Siemens)

 

 

Pada gambar 9  terlihat    bagan konvergensi  layanan multimedia (E-Mail, file transfer, web, VoIP, audio, video, multimedia, games dll.) dengan teknologinya  (GSM, UMTS LAN, MAN, WLAN dll.)  dengan interface IP based pada level transportnya.

 

 

 

Gambar  9 Bagan konvergensi layanan dan teknologi

(Sumber: Institute of Communication Network & Computer Engineering Univ. of Stuttgart)

 

 

Perangkat-perangkat yang  akan  saling berkomunikasi  dalam  mengkonsumsi  layanan  multimedia dari  IMS    menggunakan protok SIP (gambar 10 & gambar12)  untuk   untuk establishing (originating), control (transport) & disconecting (terminating)   session  multimedianya.

 

 

 

Gambar 10 Komunikasi  dengan  protokol SIP (Sumber: Holma-KST)

 

 

Entitas  dari  platform  IMS  sebagaimana   yang  terlihat pada  gambar 11 terdiri  dari   Home Subcriber  Server (HSS),  Call State Control Function (CSCF), Media Gateway Control Function (MGCF) serta layanannya (applications). Home Subcriber  Server (HSS)  berfungsi  untuk  menyimpan user profile, security info & autentifikasi (AAA). Call State Control Function (CSCF) bertugas  memicu   SIP  untuk originating (establish), control dan terminating (disconnecting) sessionnya. Media Gateway Control Function (MGCF) merupakan interworking  dari  SS7 ke SIP  dan berfungsi  sebagai media gateway control.

 

 

 

 

Gambar 11 Berbagai jaringan  yang terhubung ke IMS (Sumber: Siemens)

 

 

Penutup.

Gambar 12 merefleksikan komunikasi tanpa batas  (seamless mobility) dengan ilustasi seorang pengguna   sedang chatting   di rumah dengan akses intenet intenet ADSL  pada notebooknya  (Wi-Fi enabled, WiMAX enabled  &  3G PC Card embeded), saat keluar rumah (berada di jalan)  koneksi internetpun ”switch” (berpindah)  dan dilayanani  oleh jaringan 3G atau WiMAX  berdasarkan ketersedian layanan, saat memasuki/berada di  kafe akses layanan berpindah  ke jaringan Wi-Fi kafe.

 

 

 

Gambar    12  Seamless Mobility  dengan  Fixed-Mobile Convergence

 

 

 

Pada  akhirnya jika  Fixed-Mobile Convergence terealisasi (didukung dengan Next Generation Network),  sudah  tentu seamless mobility  (komunikasi   tanpa batas) yang jadi  menjadi  tuntutan  layanan  masa  depan   akan menjadi kenyataan. Hal ini  ditunjang dengan layanan  multimedia yang advaced dari  platform IMS  yang memungkinkan Multimedia Broacast-Multicast Service (MBMS), dan juga berkontribusi  pada pemenuhan kebutuhan pengguana baik dari  sisi hiburan maupun mendukung aktifitas bisnisnya. Aspek fleksibiltas pun menjadi value added baru: layanannya yang dapat berjalan  any where, any network, any devices dan any user (simultan), diluar aspek   peningkatan kecepatan serta kapasitas (size) data transfer lazim ditawarkan setiap kali  muncul  teknologi baru  (enhanced technology). Itu semua diharapkan  memberi implikasi  positif bagi  entitas  suara, entitas  data serta entitas real-time multimedia   yang telah menjadi rangkaian  kebutuhan utama  dalam berkomunikasi  terkini.

 

*Beberapa  artikel  lainnya yang mungkin dapat menambah wawasan dapat dilihat  pada  www.jmzacharias.com/porto.htm

 

 

Daftar Pustaka

 

  1. [ETRI   2005] Electronic & Telecomunication Research Institute, “Convergence Service of  Fixed & Mobile Network”, http://www.ebrc.info/kuvat/2152_04p.pdf, bulan 2005
  2. [Kuhn Paul   2005] Universitat Stuttgart, “The Development of the Next Generation Network (NGN)”,  http://www.ieee-im.org/PKKeynote.pdf, Mei 2005
  3. [UMTS Forum 2005] White paper from UMTS Forum, http://www.umts-forum.org, 2005
  4. [XenerSystem,2002]XenerSystemInc,“NGN”,  http://www.xener.com/dataroom/NGN%20today%20and%20tomorrow%20(June%202002,%20Network%20Times).pdf , Juni  2002